Senin, 25 Januari 2016

Hate



Ketika kamu merasa tidak suka dengan kecurangan yang orang lain lakukan..
Pastikan jika perasaan itu adalah perasaan tidak sukamu atas tindakannya yang salah..
Atau selama ini kamu hanya merasa tidak suka karena kamu tidak bisa melakukan hal yang sama?
Apakah kemudian setelah mengetahui kesalahan orang lain, lalu kamu merasa lebih suci darinya?
-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=black+coffee&imgrc=OU_c34mZ_rSTvM%3A

Relative



Benar dan salah itu relatif.
Begitu pun dengan pernyataan di atas.
-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=marshmallow&imgrc=3giU39L2PE2lbM%3A

Unrealize



Banyak yang salah namun sudah menjadi konsumsi sehari-hari.
Pola-pola sosial seperti itu mencetak individu di lingkup tersebut untuk masuk ke sistem tanpa menyadari adanya kesalahan di dalamnya.
Minimnya wawasan berbanding lurus dengan rendahnya kesadaran individu akan suatu kesalahan.
Akibatnya banyak terlahir sudut pandang yang keliru namun di-amin-i banyak orang.
-Sekar Nadya 

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=tea+coffee&imgrc=oBy1LEmuSr0XIM%3A

Minggu, 17 Januari 2016

Choice



Beberapa orang memiliki pilihan yang luas.
Sedangkan sebagian yang lain tidak, atau sama sekali tidak memiliki hak itu.
Kata orang yang memiliki pilihan yang luas, memilih itu tidak mudah.
Mungkin mereka tidak memiliki tujuan yang pasti.
Yang memiliki tujuan pun sering kebingungan jika mereka tidak punya kualifikasi.
Sudah seharusnya tujuan didukung oleh kualifikasi yang dituntut.

Sedangkan sebagian yang lain dengan pilihan yang sempit, kadang tidak terlalu dibuat pusing dengan pilihan yang dihadapkan pada mereka.
Itu tandanya mereka pun tidak memiliki tujuan, sehingga menerima saja apapun pilihannya.
Pilihan yang sempit dan tanpa tujuan, menciptakan dunia yang sempit pula.
Bagi mereka yang memiliki tujuan, mereka akan menyadari jika mendapat pilihan yang sempit, kemudian berusaha memperluasnya.
Atau setidaknya mereka mengetahui bahwa di luar bumi ada matahari dan mereka bisa memanfaatkan cahayanya.
Tidak diam di dalam rumah, menutup semua jendela, dan tidak tahu bagaimana cara untuk hidup ketika terusir keluar.

Banyak yang tidak memiliki pilihan dan bahagia dengan itu.
Jika tidak ada tujuan mungkin semuanya akan baik-baik saja, sampai dimana datangnya hal yang tak berkenan dan mereka hanya bisa menerima untuk dipilihkan dan dipilihkan lagi nasibnya.

Menjadi orang yang memiliki pilihan yang luas, sempit, dan tidak punya sama sekali, juga merupakan pilihan.

Pilihan tidak pernah berdiri sendiri begitu saja.
Pilihan itu duduk di antara waktu yang kita miliki.
Kita yang membangunkan mereka dengan apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu.
Beberapa pilihan harus kita bangunkan sendiri.
Sedangkan sisanya dibangunkan oleh pilihan yang lain.

Ada beberapa pilihan yang tidak bisa kita bangunkan di pagi hari, tapi bisa di malam hari.
Ada juga pilihan yang harus dibangunkan bersama-sama.

Pilihan bukanlah titik, melainkan garis.
Kebanyakan pilihan hadir dari rangkaian pilihan yang kita buat sebelumnya.
Membuat sebuah lingkaran saat kita memiliki 2 garis lurus akan sulit.
Tapi lebih mudah jika dibentuk menjadi sebuah segitiga.
Namun, apakah tujuan si pelukis garis memang ingin membuat segitiga?
Tujuan.

Pilihlah setiap pilihan sebijak mungkin.
Kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya bisa kita capai dengan pilihan kecil yang remeh.
Seperti Bill Gates yang tidak akan tahu jika ia bisa menjadi CEO Microsoft, jika saat itu ia memilih menjalani hidupnya seperti kebanyakan mahasiswa Harvard (yang dianggap jenius dan bergengsi).

-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=tea+coffee&imgrc=NaQKZi25ZjJ1SM%3A

Selasa, 05 Januari 2016

Expectation

 

Ekspektasi membangun harapan.
Harapan yang terwujud, membuat ekspektasi terpenuhi.
Jika salah penanganan, energi yang dihasilkan perwujudan tersebut habis sebagai pemenuh ekspektasi.
Itulah mengapa banyak ekspektasi yang terpenuhi, tapi tidak banyak yang bisa diambil dari pencapaiannya.
Energi yang dihasilkan memiliki kecenderungan lebih besar untuk memenuhi ekspektasi, jika harapan tersebut berisi ekspektasi, bukan tekad.
Jadikan ekspektasi sebagai pembangun harapan, tapi tidak ikut masuk ke dalamnya.
Biarkan harapan tersebut tumbuh bersama tekadnya.
-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=red+velvet&imgrc=_DJ3GTxe1slgvM%3A

Tolerance



Benar atau tidaknya segala hal merupakan persepsi.
Beberapa persepsi disepakati bersama dan sebagian tidak.
Yang tidak disepakati sering menjadi perdebatan.
Perdebatan tidak akan selesai, jika objek yang sama ditinjau dengan sudut pandang yang berbeda.
Pengambilan sudut pandang tidak bisa diatur.
Seperti kita yang tidak bisa mengatur kelahiran seseorang dan kehidupannya, kita juga tidak bisa mengatur pilihan setiap orang yang memiliki latar belakangnya sendiri.
Yang seharusnya mutlak disepakati dunia adalah toleransi.
Jika bukan lantas apa?
-Sekar Nadya 

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=rainbow+cake&imgrc=mPunxVfyt-7eIM%3A

Suspicious

 

Jangan percaya dengan yang terlihat nyata.
Ilusi yang baik berkamuflase dengan rapi.
-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=hidden+fried+chicken&imgrc=LOg2swWET9xRAM%3A