Minggu, 17 Januari 2016

Choice



Beberapa orang memiliki pilihan yang luas.
Sedangkan sebagian yang lain tidak, atau sama sekali tidak memiliki hak itu.
Kata orang yang memiliki pilihan yang luas, memilih itu tidak mudah.
Mungkin mereka tidak memiliki tujuan yang pasti.
Yang memiliki tujuan pun sering kebingungan jika mereka tidak punya kualifikasi.
Sudah seharusnya tujuan didukung oleh kualifikasi yang dituntut.

Sedangkan sebagian yang lain dengan pilihan yang sempit, kadang tidak terlalu dibuat pusing dengan pilihan yang dihadapkan pada mereka.
Itu tandanya mereka pun tidak memiliki tujuan, sehingga menerima saja apapun pilihannya.
Pilihan yang sempit dan tanpa tujuan, menciptakan dunia yang sempit pula.
Bagi mereka yang memiliki tujuan, mereka akan menyadari jika mendapat pilihan yang sempit, kemudian berusaha memperluasnya.
Atau setidaknya mereka mengetahui bahwa di luar bumi ada matahari dan mereka bisa memanfaatkan cahayanya.
Tidak diam di dalam rumah, menutup semua jendela, dan tidak tahu bagaimana cara untuk hidup ketika terusir keluar.

Banyak yang tidak memiliki pilihan dan bahagia dengan itu.
Jika tidak ada tujuan mungkin semuanya akan baik-baik saja, sampai dimana datangnya hal yang tak berkenan dan mereka hanya bisa menerima untuk dipilihkan dan dipilihkan lagi nasibnya.

Menjadi orang yang memiliki pilihan yang luas, sempit, dan tidak punya sama sekali, juga merupakan pilihan.

Pilihan tidak pernah berdiri sendiri begitu saja.
Pilihan itu duduk di antara waktu yang kita miliki.
Kita yang membangunkan mereka dengan apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu.
Beberapa pilihan harus kita bangunkan sendiri.
Sedangkan sisanya dibangunkan oleh pilihan yang lain.

Ada beberapa pilihan yang tidak bisa kita bangunkan di pagi hari, tapi bisa di malam hari.
Ada juga pilihan yang harus dibangunkan bersama-sama.

Pilihan bukanlah titik, melainkan garis.
Kebanyakan pilihan hadir dari rangkaian pilihan yang kita buat sebelumnya.
Membuat sebuah lingkaran saat kita memiliki 2 garis lurus akan sulit.
Tapi lebih mudah jika dibentuk menjadi sebuah segitiga.
Namun, apakah tujuan si pelukis garis memang ingin membuat segitiga?
Tujuan.

Pilihlah setiap pilihan sebijak mungkin.
Kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya bisa kita capai dengan pilihan kecil yang remeh.
Seperti Bill Gates yang tidak akan tahu jika ia bisa menjadi CEO Microsoft, jika saat itu ia memilih menjalani hidupnya seperti kebanyakan mahasiswa Harvard (yang dianggap jenius dan bergengsi).

-Sekar Nadya

Image Source: https://www.google.com/search?q=tea&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUnPjZ25TNAhXDMo8KHVbFD4AQ_AUICCgB#tbm=isch&q=tea+coffee&imgrc=NaQKZi25ZjJ1SM%3A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar